News

8 Tips serta Cara Efektif Bersihkan Rumah Setelah Banjir

Jakarta (KABARIN) - Curah hujan tinggi kerap datang bersama dengan banjir, yang kemudian meninggalkan berbagai persoalan setelah air berangsur surut.

Jika tidak ditangani dengan tepat, lumpur, sampah, serta kuman yang dibawa oleh genangan air banjir dapat memicu bau tidak sedap dan meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan di lingkungan rumah.

Tak hanya itu, kondisi tersebut juga berpotensi merusak perabotan serta struktur bangunan rumah. Oleh karena itu, diperlukan langkah-langkah penanganan yang tepat agar rumah bisa kembali bersih, nyaman, dan layak huni.

Berikut ini delapan tips serta cara membersihkan rumah setelah banjir yang telah terangkum.

1. Gunakan alat pelindung diri

Saat ingin membersihkan rumah yang terdampak banjir, sebaiknya terlebih dahulu menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan karet, masker, sepatu bot, dan pakaian berlengan panjang.

Alat pelindung diri ini berfungsi guna melindungi tubuh dari kontak langsung baik dengan air banjir, lumpur, maupun benda tajam yang dapat melukai kulit dan menyebabkan infeksi.

2. Matikan aliran listrik dan gas

Air merupakan penghantar listrik yang baik. Maka, untuk mencegah risiko fatal seperti korsleting, kebakaran, hingga sengatan listrik yang mematikan, pastikan seluruh aliran listrik di rumah telah dimatikan dan peralatan elektronik dicabut.

Selain itu, aliran gas juga perlu dimatikan untuk mencegah terjadinya kebocoran atau potensi ledakan akibat kerusakan pada instalasi gas.

3. Pindahkan perabotan

Agar proses membersihkan rumah dapat dilakukan dengan lebih leluasa, pindahkan semua perabot yang masih dalam kondisi bagus ke tempat yang aman, serta buang yang sudah rusak atau tidak berfungsi lagi.

Dengan ruang yang lebih kosong, membersihkan rumah akan menjadi lebih mudah dan menyeluruh sehingga setiap area dapat dijangkau dan dibersihkan secara optimal.

4. Keluarkan sisa genangan air

Langkah yang perlu dilakukan selanjutnya adalah mengeluarkan sisa-sisa air dari dalam rumah. Gunakan pel karet untuk menyerap sisa air dan tampung dalam ember, atau manfaatkan serokan untuk mendorong genangan air ke luar rumah.

5. Bersihkan lumpur

Air kotor yang dibawa banjir biasanya disertai oleh lumpur yang mudah menempel pada lantai dan perabotan rumah.

Apabila tidak segera dibersihkan, lumpur dapat mengering dan semakin sulit dibersihkan. Oleh karena itu, bilas dan bersihkan semua lumpur yang menempel menggunakan air bersih dan dibantu oleh serokan, sikat, atau sapu lidi.

Gunakanlah cairan pembersih atau produk khusus penghilang kerak jika lumpur sudah melekat kuat. Alternatif lainnya, kita bisa memanfaatkan pula selang semprot bertekanan tinggi.

6. Pel lantai dengan air hangat dan antiseptik

Agar hasilnya lebih optimal, lanjutkan dengan membersihkan lantai menggunakan campuran air hangat dan cairan antiseptik.

Air hangat berperan dalam membantu melarutkan kotoran dan sisa residu dengan lebih mudah, sementara cairan antiseptik efektif membunuh kuman dan menghilangkan bau tak sedap.

7. Membersihkan tembok dan perabot

Air banjir yang sudah menyerap ke dinding dapat meninggalkan bercak membandel yang sulit dibersihkan. Maka, untuk mencegah timbulnya jamur, dinding harus dikeringkan, dibersihkan, kemudian dicat ulang agar kembali bersih dan aman.

Sementara itu, perabot rumah yang telah terkontaminasi air banjir dapat menjadi sarang berkembangnya kuman. Untuk mencegah hal tersebut, segera cuci seluruh perabot, lalu keringkan di bawah sinar matahari agar kuman dan bakteri dapat mati.

Khusus untuk peralatan makan, rendam terlebih dahulu dalam wadah besar berisi air air hangat dan cairan desinfektan selama kurang lebih 30 menit. Kemudian, cuci menggunakan sabun khusus cuci piring dan bilas hingga bersih sebelum digunakan kembali.

8. Keringkan lantai dan perabot dengan dehumidifier

Untuk mempercepat proses pengeringan lantai, dinding, dan perabot, kita dapat menggunakan bantuan dehumidifier. Alat ini berfungsi mengurangi kadar uap air di udara sehingga kelembapan dapat terkontrol dan risiko pertumbuhan jamur dapat diminimalkan.

Pewarta: Nadine Laysa Amalia
Editor: Raihan Fadilah
Copyright © KABARIN 2026
TAG: